oleh

Kepala Desa Banea : Mimpipun Tidak Pernah, Tiba – Tiba Kena TMMD, Terima Kasih TNI

Kemanunggalan TNI dengan Rakyat menjadi roh utama Program TMMD,

.

MAMASA – Mbs77Sulbar.Com Misi mulia TNI dalam Kemanunggalan TNI dengan Rakyat menjadi roh utama Program TMMD, yakni mempertahankan semangat Kekeluargaan dan kehidupan Gotong Royong sebagai roh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

TMMD bertujuan meningkatkan kesejahteraan Rakyat melalui pembangunan infrastruktur yang ada di desa di Indonesia yang dilakukan oleh Satgas TMMD bersama Rakyat.

Dalam kenyataannya, Program TMMD membantu Pemerintah Daerah mewujudkan akselerasi pembangunan yang merata untuk mencapai kesejahteraan masyarakat terpencil, di pelosok maupun daerah tertinggal.

Kabupaten Mamasa adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang wilayahnya pegunungan. Sejak berdiri sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pada tahun 2002, Pemerintah Kabupaten Mamasa terus membangun infrastruktur (jalan) untuk menjawab rentan kendali bagi kawasan-kawasan yang masih terisolir.

Telah 19 tahun lamanya Pemerintah Kabupaten Mamasa berjuang membuka kawasan yang masih terisolir, menyambungkan jalan antar kecamatan, memperpendek jangkauan dari desa ke desa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Komando Distrik Militer (Kodim) 1428/Mamasa pada 2020 lalu menjadi modal besar membangun Kabupaten Mamasa. Kodim 1428/Mamasa dengan 300 personil akan ikut berjibaku bersama pemerintah daerah dan Rakyat untuk mencapai kesejahteraan yang sebenar-benarnya.

Tahun 2021 ini, Kabupaten Mamasa ketiban rezeki. Pimpinan tinggi TNI Angkatan Darat di Jakarta menetapkan dan memilih Kabupaten Mamasa sebagai salah satu daerah di Indonesia tempat pelaksanaan Program TMMD ke-112 Kodim 1428/Mamasa.

Pada pembukaan TMMD ke-112 Kodim 1428 Mamasa yang dilaksanakan di Aula Mini Jl. Pendidikan, Kelurahan Mamasa, Bupati Mamasa mengungkapkan terima kasihnya kepada TNI atas program TMMD yang ditempatkan di Desa Banea.

Ketika dikonfirmasi pada Jumat, 17 September 2021, Kepala Desa Banea Thomas Tato sangat bersyukur karena desanya dijadikan sebagai sasaran Program TMMD.

“Mimpi pun tidak pernah. Saya tidak sangka-sangka desa kami kena program dari TNI ini. Saya berterima kasih kepada Dandim Mamasa yang sering mengunjungi desa kami,” ujar Thomas Tato (43 tahun).

Diketahui, Desa Banea dan Desa Batang Uru termasuk desa yang jauh dari Mamasa, sekitar 55 kilometer dari kota Mamasa, untuk menjangkau Desa Banea dengan perjalanan darat dibutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya.

Kendaraan bermesin hanya leluasa menjangkau Kelurahan Tabone — induk Desa Banea — dan meneruskan perjalanan ke Banea, adrenalin harus kuat karena lebih dominan dilalui mendaki, jalan berkelok, sempit, di sisi kanan jalan tebing gunung dan di sisi kiri jurang yang curam.

Tidak gampang mencapai Desa Banea. Meski desa ini kaya akan sumberdaya pertanian (perkebunan), seperti padi, kopi, alpukat, dan kakao, tapi warga desa mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil perkebunannya lantaran jalan kurang memadai.

Hadirnya TMMD Ke 112 TA 2021 bagai ketiban durian runtuh bagi Desa Banea, sejak tanggal 25 Agustus yang lalu sekitar 150 orang personel melaksanakan Pra TMMD telah mengerjakan sejumlah program seperti pelebaran jalan sejauh 4 Km, Pembangunan MCK, pembuatan bak penampungan air bersih, Pembangunan talud yang progresnya telah mencapai 35 %.

Sedangkan tambahan kegiatan fisik lainnya berupa rehab bangunan gereja, seluruh materialnya sudah berada dipenampungan sekitar Gereja.

Komandan Kodim 1428 Mamasa Letkol Inf Stevi Palapa yang setiap saat berada dilokasi TMMD terlihat sangat akrab dengan masyarakat setempat.

” Pagi hari saya datang dilokasi dengan menyusuri jalan setapak dan licin, tinggalkan lokasi sekitar pukul 16.30 ” Ucap Dandim 1428/Mamasa.

Editor : Iman 77

Sumber : Penrem 142 Tatag

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *