oleh

Warga Soroti Proyek Plat Duiker “KMP” Pengendara Banyak Yang Jadi Korban

-Daerah, Hukum, Mamuju-786 views

Foto : Plat Duiker atau Gorong – Gorong Yang dikerjakan Oleh PT.Karya Mandala Putra (KMP)

MAMUJU – Mbs77Sulbar.Com Sejumlah Pengendara dan masayarakat setempat keluhkan atas pekerjaan Plat Duiker atau Gorong – Gorong Yang dikerjakan Oleh PT.Karya Mandala Putra (KMP) Yang ada di jalan Poros kalaukku-Mamuju

Akibat adanya keteledoran pekerja Plat Duiker dijalan raya poros Mamuju Kalukku tepatnya di lingkungan Lengke dan Ampallas Kelurahan bebanga  yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pengendara jalan hingga mengalami kerugian barang pribadi

Sama yang dialami salah satu Korban yakni Pimpinan Media Mbs77Sulbar.Com Atau lebih akrab dengan sapaan (Iman.Red), Mobilnya Ringsek hingga 50 Persen akibat Plat Duiker yang diduga dikerjakan secara Asal asalan Sehingga mobil yang yang dari arah belakang menabrak mobil korban hingga terlempar dan melewati bahu jalan dan menabrak Tiang,

Kejadian ini bermula ketika Mobil Agya berwarna Merah yang dikendarai oleh iman berjalan perlahan di Atas Plat Duiker Karena Besarnya Lubang disisi pinggir Plat Dekker tersebut yang dikerjakan oleh Perusahaan PT.KMP membuat mobil berjalan dengan extra hati-hati namun naas dari arah belakang sebuah mobil Pick Up yang bermuatan Jeruk menabrak Sikorban dari arah belakang pada Rabu malam, 1 Juli 2020 .

Irham warga setempat mengatakan sering kali terjadi kecelakaan disini pak karena besarnya lubang disisi Plat Duiker dan tidak ditimbung oleh pekerja sehingga saya sebagai warga terpanggil untuk menimbung daripada pengendara sering celaka dan boleh dikata hampir setiap hari ada orang jatuh

Saya sangat sayangkan adanya pekerjaan Sepertinya dikerja secara asal asalan sudah banyak korban disini namun belum ada perbaikan terpaksa saya sendiri yang pergi menimbun dari pada Korban terus berjatuhan Mana lagi pekerjaan Talud penahan Air Plat Duiker diduga baru berjalan satu minggu sudah Roboh¬† .” Ucapnya.

Iman (Korban) juga salah satu pimpinan Media disulbar, Menegeskan kepada Penyelenggara jalan wajib membenarkan jalan yang rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan. Ia mengatakan, dalam UU Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

“Saya Tegaskan Kepada para pihak penyelenggara Proyek Agar bertanggung jawab atas kejadian yang telah menimpah pengendara termasuk diiri saya sebagai korbannya karena ini sudah jelas secara Konstitusi.” Tegas Iman

Untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.

Hingga berita ini ditayangkan pihak perusahaan belum bisa ditemui dengan berbagai macam alasan diduga tak ada niat baik bertemu untuk melakukan Konfirmasi terkait Proyek tersebut . (77)

Editor : Iman 77

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *